Hujan gerimis turun di Kuala Lumpur lama. Sebuah payung hitam patah tersadai di tepi longkang bata merah. Di kafe kopi yang dindingnya lusuh, Laila memegang cawan kopi 'O' yang sudah lama sejuk.

"Laila..." bisiknya waktu itu. Suaranya pecah seperti piring jatuh.

Tapi dia pergi juga. Meninggalkan sehelai skaf biru pudar di kerusi. Laila simpan skaf itu di bawah bantal. Setiap malam, dia menghidu harum tembakau dan mimpi yang tak sampai.

Di Bawah Langit Biru Pucat (Under the Pale Blue Sky)

"Kau kata biru itu warna kejujuran. Tapi kenapa langit antara kita semakin kelabu?"